Asisten Pribadi
Ternyata susah juga nyari "asisten pribadi" alias pembantu yang cocok. udah gitu hari gini susah dapat aspri yang emang niatnya bener-bener mau kerja. Mungkin jaman sekarang para aspri lebih suka kerja di pabrik atau menjadi tki sekalian.
Tentang aspri ini, aku punya cerita. Rencananya bulan mei ini, aku sama suami harus menetap di cape town selama paling gak 3 tahun, karena hubby harus tugas di sana. Aku sih exciting aja karena ini adalah pertama kalinya kita berdua akan stay lama di negara orang :)
Yang jadi kendala, hubby gak rela ninggalin aku sendirian di rumah sementara dia di kantor harus kerja.Menurut kantor hubby, pendamping gak boleh kerja selama mendampingi di negara orang. Jadilah aku seorang pengacara yang "dipaksa" menikmati keseharianku ;p
Ini dia yang jadi alasan hubby nyari aspri alias maid.Tanya sana sini, sampe mertua di Solo juga di pesenin buat bantuin nyari aspri, ya kok gak dapet-dapet... Kita emang lebih selektif milihnya, karena si aspri harus mau gak mudik dengan berbagai alasan selama 3 tahun, harus orang yang cepat menyesuaikan diri, de el el
Finally, aku punya ide nanya sama asprinya adikku, mungkin si aspri punya sodara yang mau ikut aku. Dia lumayan lama ikut adikku, 3 tahunan.Pertama sih dia nawarin kakaknya. Tapi si kakak di larang pergi sama suaminya karena konon si suami males ngasuh anak-anak tirinya.Ujug-ujug... si aspri nawarin dirinya sendiri untuk ikut aku... WADUH!!!
Ya iyalah aku pusying... dia kan asprinya adikku. Dan dia sangat akrab dengan kedua ponakanku tercinta yang masih balita.mana tega aku misahin mereka.Emang sih si aspri kerjanya bagus, tapi ya enggak lah kalo harus ngerebut dia.
Tapi si aspri tetep keukeuh.Dia bilang mana mungkin dia dapat gaji sekian (yang aku tawarkan dalam USD) dan pengalaman kerja di negara orang.Jadilah aku telpon iparku untuk menjelaskan niat si aspri. Aku gak mau kalo si aspri sampe ngomong duluan ke iparku, ntar penyampaiannya lain... ntar bisa-bisa dia bilang aku yang ngajak dia..
Telpon iparku. Ngomong panjang lebar disertai keberatanku tentang si aspri mau ninggalin ponakanku. Tapi iparku bilang, dia gak akan maksa si aspri untuk tetap kerja dengan mereka kalo si aspri udah niat mau ikut aku, karena kalo di tahan-tahan gak boleh ikut, ntar dia jadi bete 'n gak fokus ngurus anak-anak 'n kerjaannya. Akhirnya dia dan adikku memutuskan bertanya tembak langsung ke si aspri apa masih mau kerja sama mereka.
Si aspri mengutarakan keinginannya yang udah bulat untuk ikut aku. Mereka merelakan asprinya pergi untuk kebaikan si aspri selain mereka percaya si aspri akan bisa membantu aku disana.Kebetulan mereka juga udah bisa menemukan pengganti si aspri.
Gimana ya? kok jadi agak sebel sama si aspri.... Dia tega ninggalin ponakanku. walau kalau dipikir-pikir haknya dia untuk mendapatkan kerjaan dengan gaji lebih baik. Yang juga bikin kesel, sekarang aku "terpaksa" harus nerima si aspri itu, karena adikku mendesakku untuk terima si aspri karena mereka kasian si aspri mau ikut aku. Jadilah aku harus dengan "ikhlas" terima si aspri tanpa punya kesempatan membandingkan dengan calon-calon lain, hehehe... seperti kalo kita ngelamar kerja di perusahaan lho..
Tapi setelah aku pikir-pikir, mungkin memang jalannya harus seperti itu. Mungkin memang sudah jadi rejekinya si aspri. Kita juga gak pernah tau kan bisa dapat kerja atau gak di tempat kita ngelamar kerja.
Ya udah sekarang si aspri lagi siap-siap melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan.Aku hanya berdoa semoga si aspri bisa menghadapi benturan budaya di negara orang dan tetap mempunyai tekad kuat seperti semula, yaitu memperbaiki tingkat hidupnya dengan gaji yang lebih baik.

Recent Comments